{"id":2444,"date":"2022-11-09T13:15:50","date_gmt":"2022-11-09T13:15:50","guid":{"rendered":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/?p=2444"},"modified":"2022-11-09T13:15:01","modified_gmt":"2022-11-09T13:15:01","slug":"iismavo-lepas-26-mahasiswa-ke-osnabruck-university-dan-iu-university-of-applied-science-jerman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/2022\/11\/09\/iismavo-lepas-26-mahasiswa-ke-osnabruck-university-dan-iu-university-of-applied-science-jerman\/","title":{"rendered":"IISMAVO Lepas 26 Mahasiswa ke Osnabruck University dan IU University of Applied Science Jerman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jakarta, Kemendikbudristek<\/strong>\u00a0&#8211; Setelah melalui proses panjang, 26 mahasiswa dari total 50 mahasiswa penerima beasiswa (<em>awardee<\/em>)\u00a0<em>Indonesian International Student Mobility Awards<\/em>\u00a0edisi Vokasi (IISMAVO) berangkat ke Osnabruck University dan IU University of Applied Science, Jerman, pada Jumat (4\/11). Acara pelepasan pun dilakukan satu hari sebelumnya secara daring dan dipimpin langsung oleh Direktur Akademik Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Beny Bandanadjaya.<\/p>\n<p>\u201cSebagai\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0IISMAVO, kita harus membawa impresi positif saat berada di luar negeri,\u201d ucap Beny mengawali sambutan.<\/p>\n<p>Ia tak lupa mengingatkan untuk selalu menjaga kondisi kesehatan saat tiba di luar negeri, terutama saat mengalami\u00a0<em>jet lag<\/em>. \u201cPakaian daerah asal jangan lupa dibawa untuk menunjukkan ciri khas Indonesia untuk berinteraksi dengan masyarakat luar negeri yang ingin tahu Indonesia,\u201d pesan Beny kepada para mahasiswa.<\/p>\n<p>Salah satu\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0IISMAVO asal Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, Ramiza Nawalanang Ardjanggi mengucap syukur dan yakin bahwa atas izin Tuhanlah ia bisa berhasil. Ramiza, yang akrab disapa Nawal, menceritakan perjuangannya dan teman-teman IISMAVO lainnya mengurus administrasi keberangkatan mereka ke Jerman. Perubahan peraturan tentang paspor sempat menjadi halangan. Alhasil butuh tiga bulan untuk mendapatkan visa. Kendala ini juga yang membuat 24\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0IISMAVO lainnya belum bisa berangkat.<\/p>\n<p>Isu visa ini pun menjadi sorotan bagi tim pelaksana IISMAVO dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin. Kepala program IISMAVO, Hilda Cahyani, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada KBRI Berlin, khususnya Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Profesor Ardi Marwan, yang selalu mendampingi dan ikut membantu mengurus visa\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0IISMAVO.<\/p>\n<p>\u201cSebagian besar visa sudah keluar, sisanya mudah-mudahan akan kelar dalam minggu ini,\u201d papar Ardi.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Ardi berharap agar pengurusan visa Jerman mendapat prioritas waktu lebih panjang karena pihak Jerman sangat teliti. \u201cDokumen penting lainnya tolong dibawa karena saat tiba di Jerman pemeriksaan di imigrasi sangat ketat. Jangan sampai karena lupa berkas akhirnya menghambat proses imigrasi di Jerman,\u201d ujar Ardi.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa para\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0IISMAVO bisa menghubungi KBRI Berlin jika ingin berkegiatan di Rumah Budaya KBRI di Berlin. \u201cKami akan fasilitasi\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0IISMAVO yang ingin berkegiatan di KBRI Berlin yang juga rumah kita di Jerman,\u201d lanjut Ardi.<\/p>\n<p>Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman yang turut hadir di acara pelepasan pun membagikan wawasannya kepada para\u00a0<em>awardee<\/em>. \u201cIndustri di Jerman sangat maju dan global seperti Adidas, Mercedes-Benz, Audi, Bayer, BMW, Continental, dan lainnya di mana faktor pendukungnya adalah pendidikan vokasi yang sangat maju,\u201d papar Dimas Fakhri Arsaputra selaku Ketua PPI Jerman.<\/p>\n<p>Di Jerman, menurut Dimas, mahasiswa harus aktif agar mendapat informasi, jaringan, dan pertemanan. Disamping itu, mahasiswa di Jerman mendapat kemudahan untuk mengakses tempat-tempat seperti museum, stadion, dan lainnya. Dimas juga menerangkan peranan PPI Jerman yang nanti akan bertanggung jawab dalam mengelola aktivitas sosial budaya di Jerman. PPI Jerman sudah ada di beberapa kawasan seperti PPI Osnabruck yang baru dilantik beberapa bulan lalu.<\/p>\n<p>\u201cSelalu\u00a0<em>stay update<\/em>\u00a0dengan komunitas PPI Jerman di Instagram agar memudahkan dalam beraktivitas di Jerman. Selalu menjaga disiplin waktu karena di Jerman sangat disiplin dan ketat. Jika tidak maka akan mendapat masalah yang tidak diinginkan,\u201d saran Dimas.<\/p>\n<p>Hal lain yang diingatkan kepada para\u00a0<em>awardee<\/em>\u00a0adalah untuk mengisi\u00a0<em>logbook<\/em>\u00a0dan mengikuti Diseminasi sebagai bukti laporan kepada tim pelaksana IISMAVO dan kampus asal masing-masing. \u201cSelalu menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jerman karena awardee IISMAVO adalah duta budaya dan pendidikan vokasi Indonesia,\u201d tutup Hilda.*\u00a0<strong>(Tim MBKM\/Editor: Denty A.)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Kemendikbudristek\u00a0&#8211; Setelah melalui proses panjang, 26 mahasiswa dari total 50 mahasiswa penerima beasiswa (awardee)\u00a0Indonesian International Student Mobility Awards\u00a0edisi Vokasi (IISMAVO) berangkat ke Osnabruck University dan IU University of Applied Science, Jerman, pada Jumat (4\/11). Acara pelepasan pun dilakukan satu hari sebelumnya secara daring dan dipimpin langsung oleh Direktur Akademik Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93],"tags":[],"class_list":["post-2444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2446,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444\/revisions\/2446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn9banjarbaru.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}